_page-0001.jpg)
_page-0002.jpg)
Lombok Tengah, 11 Agustus 2026 — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah melalui kegiatan pemantauan harga bahan pokok kembali melakukan monitoring perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Renteng, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (11/8/2026).
Pemantauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di tingkat pasar. Data hasil pemantauan menjadi salah satu bahan dalam melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kondisi perdagangan dan stabilitas harga di daerah.
Berdasarkan hasil pemantauan harga di Pasar Renteng, secara umum harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok terpantau relatif stabil dibandingkan dengan harga sebelumnya. Beberapa komoditas tercatat mengalami perubahan harga, baik kenaikan maupun penurunan.
Pada kelompok beras, harga Beras Cap Setra Ramos Premium tercatat sebesar Rp14.700 per kilogram dan Beras Cap Tanjung Enak Premium sebesar Rp14.800 per kilogram. Sementara itu, Beras SPHP Bulog berada pada harga Rp12.000 per kilogram. Harga ketiga komoditas tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan pemantauan sebelumnya.
Perubahan harga terlihat pada sejumlah komoditas hortikultura. Harga cabai merah keriting turun dari Rp42.000 menjadi Rp41.000 per kilogram, cabai merah besar turun dari Rp32.000 menjadi Rp31.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah turun dari Rp55.000 menjadi Rp51.004 per kilogram. Sebaliknya, harga cabai rawit hijau mengalami kenaikan dari Rp25.000 menjadi Rp25.500 per kilogram.
Untuk komoditas bawang, harga bawang merah tercatat mengalami kenaikan dari Rp27.000 menjadi Rp28.000 per kilogram. Sementara bawang putih Honan mengalami penurunan dari Rp35.000 menjadi Rp32.000 per kilogram. Harga bawang bombai tetap berada pada Rp30.000 per kilogram.
Pada kelompok bahan pangan lainnya, harga gula pasir curah berada pada Rp18.000 per kilogram, gula pasir kemasan Rp17.667 per kilogram, minyak goreng curah Rp21.000 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp22.000 per liter. Harga komoditas tersebut tercatat masih sama dengan pemantauan sebelumnya.
Sementara itu, beberapa komoditas mengalami penurunan harga, di antaranya kedelai impor yang turun dari Rp13.000 menjadi Rp12.500 per kilogram serta tahu putih dari Rp13.000 menjadi Rp12.500 per kilogram.
Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras karkas tercatat Rp43.000 per kilogram, telur ayam ras Rp28.000 per kilogram, sedangkan daging sapi paha belakang Rp145.000 per kilogram dan daging sapi paha depan Rp140.000 per kilogram. Harga komoditas tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan harga sebelumnya.
Untuk komoditas perikanan, harga ikan tongkol tercatat Rp45.000 per kilogram dan ikan teri Rp90.000 per kilogram. Sementara itu, pada pemantauan hari ini belum tercatat harga untuk ikan bandeng.
Selain komoditas pangan utama, pemantauan juga mencakup berbagai kebutuhan masyarakat lainnya, seperti tepung terigu, garam, mie instan, tempe, tahu, udang, buah-buahan, sayuran, hingga kacang-kacangan. Sebagian besar komoditas tersebut tercatat berada pada harga yang sama dengan pemantauan sebelumnya.
Kegiatan pemantauan harga secara berkala menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan informasi mengenai kondisi pasar di Kabupaten Lombok Tengah. Dengan adanya data harga yang diperbarui secara rutin, pemerintah daerah dapat melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga komoditas strategis sekaligus mengidentifikasi komoditas yang mengalami perubahan harga.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah akan terus melakukan pemantauan harga dan kondisi perdagangan di pasar-pasar pantauan sebagai bagian dari upaya mendukung stabilitas harga serta memberikan informasi yang aktual kepada masyarakat.
Data pemantauan harga bahan pokok tersebut merupakan hasil monitoring di Pasar Renteng, Kabupaten Lombok Tengah, pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan