Lombok Tengah, 14 September 2026 — Menjelang peresmian Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Barabali yang dijadwalkan pada Jumat, 18 September 2026, jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah melakukan peninjauan terhadap kesiapan produksi salah satu perusahaan yang akan beroperasi di kawasan tersebut.

Peninjauan dilakukan di UD Cahaya Bintang Timur, salah satu dari tiga perusahaan rokok yang akan menjalankan kegiatan produksi di kawasan SIHT Barabali. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan untuk memastikan perusahaan dan fasilitas produksi siap mendukung operasional SIHT setelah diresmikan.

UD Cahaya Bintang Timur merupakan perusahaan yang memproduksi rokok kretek dengan merek Tronton Merah (TM). Produk Tronton Merah menjadi salah satu produk yang lebih dahulu memperoleh persetujuan terkait ketentuan cukai, sehingga menjadi bagian penting dalam awal aktivitas produksi industri hasil tembakau di kawasan SIHT Barabali.

Dalam kunjungan tersebut, jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan berkesempatan melihat secara langsung proses produksi rokok, mulai dari aktivitas para pekerja hingga pengawasan mutu produk. Proses produksi masih mengandalkan keterampilan tangan para pekerja, khususnya dalam proses pelintingan rokok kretek.


Setiap pekerja rata-rata mampu menghasilkan sekitar 400 hingga 650 linting rokok per hari, tergantung kemampuan dan target produksi yang harus dicapai. Produktivitas tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam proses produksi, dengan jumlah lintingan yang dihasilkan menjadi bagian dari perhitungan capaian kerja para pekerja.

Sistem kerja yang diterapkan juga disertai dengan mekanisme pengawasan kualitas atau Quality Control (QC). Tim QC memiliki peran memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan sebelum masuk ke tahapan produksi berikutnya. Dengan demikian, kuantitas produksi tetap berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kualitas produk.

Dari sisi waktu kerja, para pekerja memiliki waktu istirahat pada pukul 12.00 hingga 13.00 WITA, sementara hari Minggu menjadi hari libur. Adapun sistem pembayaran upah dilakukan secara berkala setiap dua minggu dengan mempertimbangkan hasil pekerjaan dan target produksi yang telah dicapai.

Aktivitas produksi yang berlangsung di UD Cahaya Bintang Timur memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana SIHT mulai menjadi ruang bagi tumbuhnya kegiatan industri hasil tembakau di Kabupaten Lombok Tengah. Tidak hanya berkaitan dengan aktivitas produksi, keberadaan perusahaan di dalam kawasan tersebut juga membuka peluang kerja bagi masyarakat serta mendorong munculnya aktivitas ekonomi di sekitar kawasan industri.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah bersama jajaran dalam kesempatan tersebut memberikan perhatian terhadap kesiapan perusahaan, baik dari aspek proses produksi, tenaga kerja, pengendalian mutu maupun kesiapan operasional. Peninjauan lapangan menjadi penting untuk memastikan seluruh perusahaan yang akan beroperasi di SIHT dapat menjalankan kegiatan industrinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Keberadaan tiga perusahaan rokok di kawasan SIHT Barabali diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem industri hasil tembakau yang lebih terarah dan terintegrasi di Kabupaten Lombok Tengah. Dengan dukungan sarana dan prasarana kawasan serta pengelolaan yang baik, SIHT diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap hasil tembakau daerah sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Menjelang peresmian SIHT Barabali oleh Bupati Lombok Tengah pada Jumat, 18 September 2026, Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap kesiapan kawasan maupun perusahaan yang akan beroperasi. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk memastikan SIHT dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor industri serta perekonomian daerah.

Dari tangan para pekerja yang terampil, lintingan demi lintingan rokok diproduksi. Di balik proses sederhana tersebut, tersimpan aktivitas ekonomi, kesempatan kerja, dan harapan tumbuhnya industri hasil tembakau yang semakin kuat di Kabupaten Lombok Tengah.